Renungan-Untuk Apa Kita HiduP?? Video

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob...

Hohoi Sobat Sid,,,
Jumpa Kembali Ma Abang,,
Myiahahahahaha,,,,
Bagi Sobat Baru,,
Salam Kenal Yaaaa.....
Hihihi 
Okeh Sob....
Kali ini Abang Akan Men-Sharekan Video Renungan buat Sobat Sekalian
yang berjudul
"Untuk Apa kita Hidup??"
Karya : Dedy izham
So,,,Cekidot Aja Sob.....
 




Jihahaha
Oke dah Sobat Sid,,,,


Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Animasi yang lainnya ya


jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob...
Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob...

Hohoi Sobat Sid,,,
Jumpa Kembali Ma Abang,,
Myiahahahahaha,,,,
Bagi Sobat Baru,,
Salam Kenal Yaaaa.....
Hihihi 
Okeh Sob....
Kali ini Abang Akan Men-Sharekan Video Renungan buat Sobat Sekalian
yang berjudul
"Untuk Apa kita Hidup??"
Karya : Dedy izham
So,,,Cekidot Aja Sob.....
 




Jihahaha
Oke dah Sobat Sid,,,,


Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Animasi yang lainnya ya


jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob...

Wanita Tua Dilarang Masuk surga!! Weeewww

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Hoi,,,Hoi,,,Sobat Sid,,,,
 Jumpa lagi dengan
Abang Sid yang Keren Puoolll,,,,

Hohohohohoho

Ciat,,,Ciat,,,,

Okeh Dah,,,Langsung aja ke Bahan Pokok dan Pangan,,,
eh,,,Pokok Permasalahan

Okeh,,,Okeh,,,
sesuai Judul di Atas,,,,,,
 "Wanita Tua Dilarang Masuk Surga!! Weeewww"

Yang Mengatakan Adalah orang Terbaik dan 
Orang No 1 yang sangat berpengaruh Bagi Kehidupan Dunia,,,

Wah,,,wah,,,,kasian dong yang udah tua gak bisa masuk surga,,,,

Eits,,,,Eitsss,,,
Sabar dulu,,,,,,,,,


Baca Artikel Dibawah ini ya,,,,
 
Lihat Artikel :


Di lain kesempatan, seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad SAW minta didoakan masuk surga.

"Belum tahukah Ibu bahwa surga tertutup bagi wanita-wanita tua?" kata Nabi menggoda dalam canda.

Mendengar sabda Nabi Muhammad itu, kontan si nenek meraung-raung, menangis.

Nabi pun tersenyum, katanya, "Tenang,tenang. belum pernahkah anda membaca firman Allah: 'Kami jadikan perempuan -perempuan surga itu menjadi gadis-gadis perawan yang penuh gairah cinta dan sebaya?" (QS AL-Waqiah (56):35-37).


Mendengar sabda itu, barulah si nenek tertawa gembira.

Dikutip dari buku:
Canda Nabi dan Tawa Sufi, A Mustofa Bisri, Penerbit Hikmah, Jakarta, April 2004 [L1]

Yups,,,,,Semoga Artikel ini memberikan Pandangan kita tentang
Tata Cara Bercanda yang baik,,,,

Okeh dah Sobat Sid

Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya


jangan Lupa Like FB kami ya

Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya ^_^


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Hoi,,,Hoi,,,Sobat Sid,,,,
 Jumpa lagi dengan
Abang Sid yang Keren Puoolll,,,,

Hohohohohoho

Ciat,,,Ciat,,,,

Okeh Dah,,,Langsung aja ke Bahan Pokok dan Pangan,,,
eh,,,Pokok Permasalahan

Okeh,,,Okeh,,,
sesuai Judul di Atas,,,,,,
 "Wanita Tua Dilarang Masuk Surga!! Weeewww"

Yang Mengatakan Adalah orang Terbaik dan 
Orang No 1 yang sangat berpengaruh Bagi Kehidupan Dunia,,,

Wah,,,wah,,,,kasian dong yang udah tua gak bisa masuk surga,,,,

Eits,,,,Eitsss,,,
Sabar dulu,,,,,,,,,


Baca Artikel Dibawah ini ya,,,,
 
Lihat Artikel :


Di lain kesempatan, seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad SAW minta didoakan masuk surga.

"Belum tahukah Ibu bahwa surga tertutup bagi wanita-wanita tua?" kata Nabi menggoda dalam canda.

Mendengar sabda Nabi Muhammad itu, kontan si nenek meraung-raung, menangis.

Nabi pun tersenyum, katanya, "Tenang,tenang. belum pernahkah anda membaca firman Allah: 'Kami jadikan perempuan -perempuan surga itu menjadi gadis-gadis perawan yang penuh gairah cinta dan sebaya?" (QS AL-Waqiah (56):35-37).


Mendengar sabda itu, barulah si nenek tertawa gembira.

Dikutip dari buku:
Canda Nabi dan Tawa Sufi, A Mustofa Bisri, Penerbit Hikmah, Jakarta, April 2004 [L1]

Yups,,,,,Semoga Artikel ini memberikan Pandangan kita tentang
Tata Cara Bercanda yang baik,,,,

Okeh dah Sobat Sid

Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya


jangan Lupa Like FB kami ya

Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya ^_^


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Rukun dan hukum Berwudhu-jangan sampek lupa ^_^

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
Hola....halo.....Sobat Sid
Berjumpa kembali dengan Abang Paling Keren & Sexy ini
Jiahahahahahaha

Okeh dah Sobat Suid,,eh,,,Sobat Sid
Hari ini Abang Sid bakalan Membagikan ilmu yang dulu Pernah kita
Pelajari Waktu masih Unyu-Unyu
Hahahaha,,,

Kali aja Sobat Sid ada yg Lupa

Okeh dah Langsung Aja Ke TKP

Lihat Artikel :
Rukun berwudu ada 6 (enam);

  1. Berniat untuk wudu, dan melafadzkan
"Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa.", artinya : "Aku niat berwudlu' untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah"
  1. Membasuh muka (dengan merata)
  2. Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  3. Mengusap sebagian kepala
  4. Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  5. Tertib (berurutan)
Nah,,,,,Sedangkan Syaratnya Ada 5 (lima) syarat untuk berwudu;

  1. Islam
  2. Sudah Baliqh
  3. Tidak berhadas besar
  4. Memakai air yang mutlak (suci dan dapat dipakai mensucikan)
  5. Tidak ada yang menghalangi sampainya kekulit


Yah,,,Semoga Ilmunya Tetap Bermanfaat Sampai Akhirat ya 


Okeh dah Sobat Sid,,,,

Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya
jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
Hola....halo.....Sobat Sid
Berjumpa kembali dengan Abang Paling Keren & Sexy ini
Jiahahahahahaha

Okeh dah Sobat Suid,,eh,,,Sobat Sid
Hari ini Abang Sid bakalan Membagikan ilmu yang dulu Pernah kita
Pelajari Waktu masih Unyu-Unyu
Hahahaha,,,

Kali aja Sobat Sid ada yg Lupa

Okeh dah Langsung Aja Ke TKP

Lihat Artikel :
Rukun berwudu ada 6 (enam);

  1. Berniat untuk wudu, dan melafadzkan
"Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa.", artinya : "Aku niat berwudlu' untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah"
  1. Membasuh muka (dengan merata)
  2. Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  3. Mengusap sebagian kepala
  4. Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  5. Tertib (berurutan)
Nah,,,,,Sedangkan Syaratnya Ada 5 (lima) syarat untuk berwudu;

  1. Islam
  2. Sudah Baliqh
  3. Tidak berhadas besar
  4. Memakai air yang mutlak (suci dan dapat dipakai mensucikan)
  5. Tidak ada yang menghalangi sampainya kekulit


Yah,,,Semoga Ilmunya Tetap Bermanfaat Sampai Akhirat ya 


Okeh dah Sobat Sid,,,,

Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya
jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Cara Wudhu yang Benar Sob

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Hohoi,,,Sobat Sid,,,
 Jauh2 Abang Sid Naik Bajaj 
Hanya untuk belajar dan Membagikan Artikel dibawah ini,,,


 Jihahahahahahaha,,,,

Okeh dah,,,,
ini dia ilmu dasar yang hampir terlupa oleh sebagian banyak
Manusia  diberbagai Belahan duren,,,eh,,,belahan Dunia,,,,

 Langsung Baca Sob


Dalam mencapai kesempurnaan wudu, Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang selayaknya kita ikuti, sebagaimana kutipan hadits berikut:

Selesai salat Subuh, Rasulullah SAW bertanya kepada Bilal: "Wahai Bilal! Ceritakan kepadaku tentang perbuatan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkah sandalmu di depanku dalam surga". Bilal berkata: "Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudu dengan sempurna pada setiap waktu malam dan siang kemudian melakukan salat sunat dengan wuduku itu sebanyak yang Allah kehendaki". (H.R. Abu Hurairah ra).
Berikut ini adalah cara menyempurnakan wudu, yang mana termasuk hal-hal yang disunnahkan:
  • Mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan
  • Mengulagi masing-masing anggota wudu sebanyak 3 (tiga) kali
  • Tidak berbicara
  • Menghadap kiblat
  • Membaca basmalah (dalam hati atau melafadzkannya)
  • Berniat untuk wudu, dan melafadzkan:
"Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa" artinya : "Aku niat berwudlu' untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah."
  • Membasuh telapak tangan sampai pergelangan
  • Menggosok gigi (bersiwak)
  • Berkumur
  • Membersihkan hidung (memasukkan air kehidung kemudian dibuang kembali)
  • Membasuh muka (dengan merata)
  • Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  • Mengusap sebagian kepala
  • Membasuh telinga kanan&kiri
  • Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam
  • Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  • Membaca doa sesudah berwudu.
"Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.", artinya: "Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan masukkanlah ke dalam golongan orang-orang yang suci."
  • Kemudian dilanjutkan dengan salat sunnat wudu sebanyak 2 (dua) raka'at.
Bahwa Ia (Usman ra.) minta air lalu berwudu. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan mengeluarkan air dari hidung. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, lantas membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, tangan kirinya juga begitu. Setelah itu mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudu seperti wuduku ini, lalu beliau bersabda: Barang siapa yang berwudu seperti cara wuduku ini, lalu salat dua rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara dengan hatinya sendiri, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (H.R. Usman bin Affan ra).
  • Tertib (berurutan)


Semoga Ilmu dasar ini Tetap Tak Terlupakan sampai di Akhirat

Oke dah Sobat Sid

Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya
jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Hohoi,,,Sobat Sid,,,
 Jauh2 Abang Sid Naik Bajaj 
Hanya untuk belajar dan Membagikan Artikel dibawah ini,,,


 Jihahahahahahaha,,,,

Okeh dah,,,,
ini dia ilmu dasar yang hampir terlupa oleh sebagian banyak
Manusia  diberbagai Belahan duren,,,eh,,,belahan Dunia,,,,

 Langsung Baca Sob


Dalam mencapai kesempurnaan wudu, Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang selayaknya kita ikuti, sebagaimana kutipan hadits berikut:

Selesai salat Subuh, Rasulullah SAW bertanya kepada Bilal: "Wahai Bilal! Ceritakan kepadaku tentang perbuatan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkah sandalmu di depanku dalam surga". Bilal berkata: "Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudu dengan sempurna pada setiap waktu malam dan siang kemudian melakukan salat sunat dengan wuduku itu sebanyak yang Allah kehendaki". (H.R. Abu Hurairah ra).
Berikut ini adalah cara menyempurnakan wudu, yang mana termasuk hal-hal yang disunnahkan:
  • Mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan
  • Mengulagi masing-masing anggota wudu sebanyak 3 (tiga) kali
  • Tidak berbicara
  • Menghadap kiblat
  • Membaca basmalah (dalam hati atau melafadzkannya)
  • Berniat untuk wudu, dan melafadzkan:
"Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa" artinya : "Aku niat berwudlu' untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah."
  • Membasuh telapak tangan sampai pergelangan
  • Menggosok gigi (bersiwak)
  • Berkumur
  • Membersihkan hidung (memasukkan air kehidung kemudian dibuang kembali)
  • Membasuh muka (dengan merata)
  • Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  • Mengusap sebagian kepala
  • Membasuh telinga kanan&kiri
  • Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam
  • Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  • Membaca doa sesudah berwudu.
"Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.", artinya: "Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan masukkanlah ke dalam golongan orang-orang yang suci."
  • Kemudian dilanjutkan dengan salat sunnat wudu sebanyak 2 (dua) raka'at.
Bahwa Ia (Usman ra.) minta air lalu berwudu. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan mengeluarkan air dari hidung. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, lantas membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, tangan kirinya juga begitu. Setelah itu mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudu seperti wuduku ini, lalu beliau bersabda: Barang siapa yang berwudu seperti cara wuduku ini, lalu salat dua rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara dengan hatinya sendiri, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (H.R. Usman bin Affan ra).
  • Tertib (berurutan)


Semoga Ilmu dasar ini Tetap Tak Terlupakan sampai di Akhirat

Oke dah Sobat Sid

Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya
jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,

Maafkan, karena aku bukan pangeran

Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
 Hai,,,,,hai Sobat Sid,,,,
Abang Sid Kali ini Membagikan Sebuah 
Curahan Seorang Laki2 akan Cintanya Pada Wanita
 

hohohoho

Okeh,,,,Cekidot aja dah,,,

Usianya masih jauh dari setengah abad, namun tubuhnya kian tampak mengisut. Dahi yang kadang berkerut, dan kantung kehitaman di bawah mata membuat cahaya wajahnya meredup. Jelas, kecantikan masa lalunya perlahan pudar diranggas keriput.
Keringat masih menetes dan membasahi daster berwarna pudar yang dikenakannya, namun ia terlihat kembali sibuk membersihkan peralatan dapur. Sebentar kemudian beralih mencuci baju, membilas dan menjemur. Bagaikan manusia perkasa, ia seolah-olah selalu bertenaga mengurus semuanya. Tak kenal lelah, hingga jarum jam berdentang saat tengah malam tiba.

Sekejap aku pun merenung…
Ia menundukkan pandangan, menyembunyikan senyum ketika pertama kali bertemu. Tak sepatah kata terucap, karena ayah bunda telah mengerti makna diam bagi seorang dara yang dilamar jejaka. Sepekan menjelang, kita pun disatukan dalam mitsaqan ghalizha. Sebuah ikatan pernikahan yang begitu sederhana di mata manusia, namun begitu besar keutamaannya di hadapan Sang Pemilik Cinta.
Saat itu, hanya seperangkat mukena dan mushaf sebagai mahar. Tampak matanya berkaca-kaca, rasa haru menyeruak dari lubuk hatinya. Terlebih saat kulantunkan untaian ayat tentang tuntunan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.

Tak ada intan permata atau harta berlimpah ruah. Tak ada pula kereta kencana bertahta emas yang dihela banyak kuda. Istana yang ditempati juga hanyalah sebentuk rumah kontrakan yang sangat sederhana. Dihiasi beberapa helai kain batik usang, cukuplah sebagai tirai sutra penutup jendela. Bantal kapuk pun bagaikan berisi bulu domba untuk kita senantiasa bercengkrama.
Seiring waktu yang selalu berganti siang dan malam, perlahan raganya tak lagi indah dan segar laksana kuntum bunga yang sedang merekah. Lentik jari-jemari telah menjadi kapalan, semerbak harum mewangi lambat laun berganti aroma aneka masakan.

Aku semakin masyuk merenung dan menerawang jauh…

Teringat kisah Asma’, putri Abu Bakar yang tak pernah sungkan menyabit rumput, menanam benih di kebun hingga memelihara kuda sang kekanda tercinta. Bahkan seorang Fatimah harus rela lecet telapak tangannya karena letih menumbuk gandum dan mengerjakan urusan rumah tangga. Tak ada dayang-dayang cantik nan jelita sebagai pelayan atau khadimah, padahal mereka adalah putri-putri seorang khalifah dan Rasulullah.

Aaah…
Kudengar dengkuran halus, tapi cukup mengembalikan jiwaku yang tadi sempat melayang jauh.
Tentu, ia yang terbaring dengan raut wajah letih itu bukan Asma’ atau Fatimah. Namun, keikhlasan dan kesabarannya semoga menuai pahala seperti layaknya mereka.
Ia pun bukan Cinderella atau istri seorang pangeran tampan nan rupawan, putra maharaja yang memiliki istana megah dan indah. Seorang pewaris sebuah kerajaan yang dengan kekayaannya sanggup menyediakan dayang-dayang untuk senantiasa melayani atau meringankan beban pekerjaan.

Ia hanyalah belahan jiwa dari seorang laki-laki biasa, yang harus hidup membanting tulang dan memeras keringat untuk menghidupi keluarganya.
Semakin kutatap wajahnya dengan penuh luahan rasa cinta dan kasih sayang. Lalu aku pun segera bangkit dari tempat duduk, menghampirinya yang sedang pulas tertidur seraya berbisik penuh kemesraan, “Maafkan, karena aku bukan pangeran.”

Source: buku “Sapa Cinta Dari Negeri Sakura”
Penulis : Abu Aufa
Penerbit : Pena Pundi Aksara-Jakarta.

Shared By Catatan Catatan Islami



Semoga Artikel ini Bener2 Memberi Ispirasi Buat
Para Laki2 ya,,,
Gitu cara Berpikir Laki2 yang bener2 Mencintai Wanita,,
yah,,,salah satunya lah,,,,
Hahahaha,,,
Okeh dah Sobat Sid
Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya
jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya ^_^


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
 Hai,,,,,hai Sobat Sid,,,,
Abang Sid Kali ini Membagikan Sebuah 
Curahan Seorang Laki2 akan Cintanya Pada Wanita
 

hohohoho

Okeh,,,,Cekidot aja dah,,,

Usianya masih jauh dari setengah abad, namun tubuhnya kian tampak mengisut. Dahi yang kadang berkerut, dan kantung kehitaman di bawah mata membuat cahaya wajahnya meredup. Jelas, kecantikan masa lalunya perlahan pudar diranggas keriput.
Keringat masih menetes dan membasahi daster berwarna pudar yang dikenakannya, namun ia terlihat kembali sibuk membersihkan peralatan dapur. Sebentar kemudian beralih mencuci baju, membilas dan menjemur. Bagaikan manusia perkasa, ia seolah-olah selalu bertenaga mengurus semuanya. Tak kenal lelah, hingga jarum jam berdentang saat tengah malam tiba.

Sekejap aku pun merenung…
Ia menundukkan pandangan, menyembunyikan senyum ketika pertama kali bertemu. Tak sepatah kata terucap, karena ayah bunda telah mengerti makna diam bagi seorang dara yang dilamar jejaka. Sepekan menjelang, kita pun disatukan dalam mitsaqan ghalizha. Sebuah ikatan pernikahan yang begitu sederhana di mata manusia, namun begitu besar keutamaannya di hadapan Sang Pemilik Cinta.
Saat itu, hanya seperangkat mukena dan mushaf sebagai mahar. Tampak matanya berkaca-kaca, rasa haru menyeruak dari lubuk hatinya. Terlebih saat kulantunkan untaian ayat tentang tuntunan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.

Tak ada intan permata atau harta berlimpah ruah. Tak ada pula kereta kencana bertahta emas yang dihela banyak kuda. Istana yang ditempati juga hanyalah sebentuk rumah kontrakan yang sangat sederhana. Dihiasi beberapa helai kain batik usang, cukuplah sebagai tirai sutra penutup jendela. Bantal kapuk pun bagaikan berisi bulu domba untuk kita senantiasa bercengkrama.
Seiring waktu yang selalu berganti siang dan malam, perlahan raganya tak lagi indah dan segar laksana kuntum bunga yang sedang merekah. Lentik jari-jemari telah menjadi kapalan, semerbak harum mewangi lambat laun berganti aroma aneka masakan.

Aku semakin masyuk merenung dan menerawang jauh…

Teringat kisah Asma’, putri Abu Bakar yang tak pernah sungkan menyabit rumput, menanam benih di kebun hingga memelihara kuda sang kekanda tercinta. Bahkan seorang Fatimah harus rela lecet telapak tangannya karena letih menumbuk gandum dan mengerjakan urusan rumah tangga. Tak ada dayang-dayang cantik nan jelita sebagai pelayan atau khadimah, padahal mereka adalah putri-putri seorang khalifah dan Rasulullah.

Aaah…
Kudengar dengkuran halus, tapi cukup mengembalikan jiwaku yang tadi sempat melayang jauh.
Tentu, ia yang terbaring dengan raut wajah letih itu bukan Asma’ atau Fatimah. Namun, keikhlasan dan kesabarannya semoga menuai pahala seperti layaknya mereka.
Ia pun bukan Cinderella atau istri seorang pangeran tampan nan rupawan, putra maharaja yang memiliki istana megah dan indah. Seorang pewaris sebuah kerajaan yang dengan kekayaannya sanggup menyediakan dayang-dayang untuk senantiasa melayani atau meringankan beban pekerjaan.

Ia hanyalah belahan jiwa dari seorang laki-laki biasa, yang harus hidup membanting tulang dan memeras keringat untuk menghidupi keluarganya.
Semakin kutatap wajahnya dengan penuh luahan rasa cinta dan kasih sayang. Lalu aku pun segera bangkit dari tempat duduk, menghampirinya yang sedang pulas tertidur seraya berbisik penuh kemesraan, “Maafkan, karena aku bukan pangeran.”

Source: buku “Sapa Cinta Dari Negeri Sakura”
Penulis : Abu Aufa
Penerbit : Pena Pundi Aksara-Jakarta.

Shared By Catatan Catatan Islami



Semoga Artikel ini Bener2 Memberi Ispirasi Buat
Para Laki2 ya,,,
Gitu cara Berpikir Laki2 yang bener2 Mencintai Wanita,,
yah,,,salah satunya lah,,,,
Hahahaha,,,
Okeh dah Sobat Sid
Klo misalkan ada yang Kurang berkenan,,,
Abang Sid Minta Maaf ya
Ayo Lihat Artikel yang lainnya ya
jangan Lupa Like FB kami ya
Sampai jumpa di Artikel Selanjutnya ^_^


Abang Merekomendasikan Produk & Jasa ini Sob,,,,
 
2012 SUka info duNia